RS Kanker Dharmais menggelar kampanye "Indonesia Satu Melawan Kanker", melalui kegiatan jalan sehat saat Car Free Day di Jakarta sebagai bagian dari peringatan World Cancer Day 2026. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 1 Februari 2025, di Graha Mandiri, diikuti oleh pegawai Rumah Sakit Kanker Dharmais, komunitas peduli kanker, serta masyarakat umum. Kampanye bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Azhar Jaya, S.H., S.KM., MARS, menyampaikan bahwa pemerintah terus membangun dan meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Namun demikian, pencegahan dan penerapan gaya hidup sehat tetap menjadi langkah paling efektif untuk menurunkan risiko kanker.
“Sebaik apa pun fasilitas kesehatan yang tersedia, pencegahan tetap yang utama. Mari mulai sekarang menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi sesuai kebutuhan dan rutin berolahraga,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis yang dapat diikuti setiap tahun, termasuk skrining kanker, khususnya bagi usia di atas 40 tahun. “Dengan skrining, kanker dapat terdeteksi sejak stadium awal sehingga peluang sembuh bisa mencapai 90 persen. Sebaliknya, jika terlambat diketahui atau sudah stadium lanjut, pengobatan akan jauh lebih sulit,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, dr. Azhar berharap masyarakat semakin sadar untuk menjaga kesehatan, rutin melakukan pemeriksaan, dan bersama-sama melawan kanker.
Sementara itu, Direktur Utama RS Kanker Dharmais, dr. R. Soeko W. Nindito D., MARS, mengatakan aktivitas olahraga menjadi momen spesial dalam menyambut Hari Kanker Sedunia pada 4 Februari. Dengan memanfaatkan momentum Car Free Day yang ramai diikuti masyarakat, terutama warga Jakarta, RS Kanker Dharmais menggelar kampanye kesehatan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kanker.
“Dalam peringatan Hari Kanker Sedunia tahun ini, Indonesia ikut memperingatinya sebagai upaya meningkatkan awareness atau kesadaran tentang kanker,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini turut dihadiri para ahli kanker dunia dari MD Anderson Cancer Center yang berpartisipasi dalam kampanye serta rangkaian simposium ilmiah World Cancer Day sejak 2 Februari 2026 di RS Kanker Dharmais. “Mereka datang dari Houston, Texas, Amerika Serikat, untuk bersama-sama memperingati Hari Kanker Sedunia bersama para pemerhati dan komunitas kanker,” jelasnya.
Tahun ini, peringatan mengusung tema global “United by Unique” dan tema nasional “Indonesia Satu Melawan Kanker” sebagai ajakan untuk bersatu dalam upaya pencegahan dan penanganan kanker. Menurut dr. Soeko, perjuangan melawan kanker tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi berbagai pihak. Meski berbeda pendekatan, seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kanker di Indonesia maupun dunia.
Lebih lanjut, ia berharap peringatan World Cancer Day setiap tahun dapat menghadirkan perubahan nyata di masyarakat, mulai dari meningkatnya kesadaran menjaga kesehatan hingga memanfaatkan program pemerintah seperti Cek Kesehatan Gratis.
“Karena bila penyakit diketahui sejak dini, biaya pengobatan akan lebih ringan, peluang kesembuhan lebih tinggi, dan kualitas hidup pasien dapat meningkat,” terangnya.
Kegiatan kampanye ini juga diikuti berbagai organisasi peduli kanker, antara lain Indonesian Cancer Information and Support Center Association (CISC), Yayasan Anyo Indonesia, Yayasan Mentari Andina Pertiwi, Yayasan Kanker Anak Indonesia, Yayasan Onkologi Anak Indonesia, dan Yayasan Kanker Payudara Indonesia.
Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia, Linda Agum Gumelar, menyampaikan bahwa salah satu faktor risiko kanker payudara adalah gaya hidup tidak sehat, termasuk kurang berolahraga. Maka kegiatan jalan sehat diharapkan dapat mendorong masyarakat hidup lebih aktif sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya deteksi dini kanker.
“Kegiatan olahraga dengan jalan sehat pagi ini untuk kesehatan kita, kesehatan masyarakat, dan membangun kepedulian serta kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker,” katanya.
Puncak peringatan World Cancer Day 2026 akan digelar pada 4 Februari 2026 di South Quarter Dome, Jakarta Selatan, dengan rangkaian acara berupa penampilan anak dengan kanker pediatrik, kisah inspiratif para penyintas, talkshow deteksi dini kanker, layanan cek kesehatan gratis, serta donor darah.
Leave a Comment